Minggu, 11 Oktober 2015

Dari Kentut Sampai Rol Rambut



#manusia.yang.terbuat.dari.semangat
“Kalau kau sudah bisa kentut tanpa merasa bersalah di dekat seseorang, dia adalah saudaramu.” 


Pernah mendengar ungkapan itu? Adalah Arip Syaman yang mengatakan semua itu kepada sahabatnya, Twosocks. Mereka berdua bersahabat dan menjadi teman sejalan yang [dalam pembacaan saya] asyik. Arip Syaman hobi buang gas, bahkan kadang dengan membabi buta, dan Twosocks  menerima kebiasaan ganjil sahabatnya itu dengan tabah (hehehe). Penggalan kisah perjalanan dalam buku The Dusty Sneakers tersebut mengingatkan saya bahwa “sahabat yang ganjil” pun bisa membuat perjalanan (baca: kehidupan) kita ganjil, tetapi menyenangkan, bahkan sangat bisa dinikmati, tidak betul-betul nelangsa (meminjam istilah Twosocks).

Seorang teman di kantor menyampaikan hal yang mirip itu ketika ia melihat teman kami yang lain memakai rol rambut di kantor. Katanya, “Setiap kali melihat ada orang melakukan ‘kebiasaan rumahnya’, aku seperti menjadi bagian hidup orang itu.” Kira-kira begitu.

Dua hal di atas tak serupa, tetapi menyampaikan pesan yang nyaris sama. Sungguh menyenangkan ketika kita menemukan teman dan sahabat yang dengannya kita benar-benar merasa nyaman, bahkan nyaman melakukan hal-hal yang tidak akan kita lakukan di depan orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak akan kita ucapkan dengan leluasa di depan orang lain. Kita memilih dia (dan dia memilih kita).

Ada “jenis teman” yang bersamanya kita sanggup melakukan hal-hal besar sekaligus juga hal-hal yang memalukan; teman yang bisa memunculkan sisi terbaik kita, sekaligus sisi terburuk kita (dan kita bahkan tidak merasa malu atau sungkan menunjukkannya). Teman yang bersamanya kita sanggup memaki dan rela dimaki, tetapi kemudian saling menghibur dan saling memeluk.  

Persahabatan kita tidak harus seperti Old Shatterhand & Winnetou yang persabahatannya “diikat dengan darah”. Namun, setidaknya bersamanya kita bisa banyak tertawa dan merayakan hidup. Dan yang juga penting, bersama kita, dia bisa banyak tertawa dan merayakan hidup.

2 komentar :