Rabu, 11 Februari 2015

Jengkol dan Pete


#manusia yang terbuat dari semangat


Seandainya jengkol bisa menghilangkan jengkel, pete bisa menghilangkan bête, dunia akan menjadi indah walaupun sedikit bau.”


Pertama kali mendapatkan kiriman pesan itu ponsel, saya tertawa. Benar juga, meskipun sama-sama beraroma tajam, bagi sebagian (mmm, mungkin banyak) orang, jengkol dan pete membawa kenikmatan tersendiri. 

Seandainya jengkol bisa menghilangkan jengkel, pete bisa menghilangkan bête, dunia akan menjadi indah walaupun sedikit bau.” Sekali lagi saya diingatkan bahwa sesekali kita perlu melihat hidup dari sisi yang lain, sisi yang menyenangkan, betapapun pelik kehidupan saya saat ini.

Beberapa waktu yang lalu, teman-teman saya di sebuah grup BBM saling berbagi tentang pencapaian target pekerjaan masing-masing; ada yang sudah selesai, ada juga yang masih bergumul. Tiba-tiba, salah satu dari kami ada yang mengirim pesan ke grup tentang pencapaian targetnya. Tulisnya, “Minggu lalu aku juga berhasil menyelesaikan targetku, ngelarin nonton serial Korea My Love from the Stars. #sesattarget.”

Kontan grup jadi heboh dan penuh tawa. Sejenak kami lupa dengan bejibun urusan pekerjaan dan segala sesuatunya yang sebelumnya membuat kami tegang. Yah, kehidupan memang memiliki banyak sisi. Sering kali rutinitas dan berbagai persoalan membuat kita banyak berkutat di sisi tertentu dan lupa bahwa ada sisi lain yang menyenangkan. 

Pekerjaan yang menguras energi dan pikiran bisa sejenak dipinggirkan ketika tiba jam makan siang dan kita “maksibar” seru bareng teman-teman kantor. Masalah dengan pasangan bisa mereda “hanya” dengan menonton tanyangan televisi bareng atau makan ala kadarnya di angkringan. Debat dengan teman bisa tidak berkembang menjadi pertengkaran “hanya” karena guyonan teman lain.

Selalu ada sisi yang menyenangkan dalam segala sesuatu. Mari temukan.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar