Senin, 16 Februari 2015

Pinguin Emperor

#manusia yang terbuat dari semangat 4



Pernah menyaksikan Pinguin Emperor? Di tayangan BBC atau film dokumenter, mungkin? Pinguin Emperor adalah jenis pinguin yang sanggup berenang dalam waktu yang cukup lama dan melesat di air dengan kecepatan yang dahsyat. Ia akan berhenti saat sampai di daratan tujuannya. 

Pada suatu musim dalam kehidupan, saya pernah seperti Pinguin Emperor itu, melesat tanpa henti. Menyibukkan diri dengan banyak kegiatan dan pekerjaan. Bekerja, bekerja, dan bekerja. Bergerak, bergerak, dan bergerak. Sibuk, sibuk, dan sibuk. Ibaratnya, memelesetkan lagu John Denver, living in a jet plane. Saya bahkan (sengaja) lupa bahwa jiwa saya perlu keseimbangan, bahwa saya perlu berhenti sejenak untuk menikmati dan merayakan hidup, bahwa saya perlu “ada” untuk orang-orang yang bagi mereka saya sibuk bekerja. 

Sampai kemudian saya “bertobat” (baca: disadarkan) oleh banyak proses yang tidak menyenangkan. Untuk apa saya terus-menerus bergerak? Untuk siapa saya bersibuk-sibuk? Sampai kapan saya akan melakukan semua itu? Bagaimana jika kemudian saya tidak punya kesempatan untuk menikmati semua hal yang saya upayakan dengan keras itu? Saya merenung sampai merinding. 

Oke, fixed, akhirnya saya memutuskan untuk “keluar dari jet plane”, mengurangi kesibukan, dan “memelankan” langkah. 

Mudahkah prosesnya? Tentu saja tidak. Sebuah kenyamanan tidak hanya bicara tentang sesuatu yang aman dan menyenangkan. Hal-hal yang sangat menantang, bahkan sulit dan menyita waktu, bisa juga menjelma menjadi kenyamanan ketika kita memilih untuk tetap menjalaninya apa pun taruhan dan risikonya. Meninggalkan dan menanggalkannya pun menjadi sangat sulit. Jika Anda pernah merasakan hal seperti ini, Anda tidak sendirian.

Ketika memutuskan untuk memelankan langkah, adakah yang kemudian terhilang dari saya? Ada. Tetapi itu tidak sebanding dengan apa yang kemudian saya dapatkan dan rasakan. Saya bisa lebih fokus dan saya bisa lebih banyak tertawa.

Kadang kita memang perlu melesat seperti Pinguin Emperor, tetapi terkadang kita juga perlu seperti Gloria di film Madagascar. #ups

2 komentar :