Jumat, 10 Februari 2012

200 Tahun Charles Dickens [2]: yang menggelikan sekaligus miris di Oliver Twist



Novel Charles Dickens yang satu ini sudah berulang kali difilmkan, menurut yang saya baca sudah 15 kali. Yang terbaru adalah tahun 2005. Ada juga yang “keluaran” 2007, tapi itu berupa TV series. Di film ini, yatim piatu Oliver Twist diperankan oleh Barney Clark (ganteng dan imut … hehe).

Kondisi masyarakat di Inggris waktu itu (abad ke-19) digambarkan sangat menyedihkan, apalagi untuk anak yatim piatu. Mereka  tinggal di panti sosial di bawah pengawasan semacam Dinas Sosial pemerintah dan ditunjang oleh pemerintah. Panti sosial yang seharusnya menjadi tempat bernaung dan berlindung jauh dari kriteria nyaman; ditambah ada “sunatan” anggaran makanan dan kebutuhan oleh orang-orang yang tidak mau mengerti kesusahan anak-anak itu. Jadi, bisa dikatakan, kelaparan adalah kawan karib.

Ada satu adegan di bagian awal film ini yang menggelikan, tetapi sebenarnya miris, yaitu adegan di panti sosial tempat Oliver tinggal bersama anak-anak lain. Waktu menjelang tidur, ada satu anak laki-laki yang tidak bisa tidur, namanya Tom. Ia hanya mondar-mandir. Suara langkah kakinya yang berisik tentu saja mengganggu anak-anak lain. Di novelnya [seingat saya], adegan ini sebenarnya hanya berupa narasi, bukan dialog. Tapi di filmnya, karena dibuat dialog, kesan kegelisahan dan penderitaan mereka lebih tertangkap.


Teman:  Tom, berhenti. Kami mau tidur.
Tom (suaranya bergetar): Aku tak bisa tidur. Terlalu lapar.
Teman: Kita semua lapar.
Tom: Ya, tapi aku takut.
Teman: Takut? Kenapa?
Tom: Kenapa??? Aku lapar sekali. Aku takut akan memakan anak yang tidur di sebelahku.


Di akhir adegan diperlihatkan (tanpa kata-kata) bahwa anak yang tidur di sebelah Tom adalah Oliver. 


“To a young heart everything is fun.”  ― Charles Dickens

Tidak ada komentar :

Posting Komentar