#todaywisdom
People are more than just the way they look.
—(dari A Wrinkle in Time)
Belakangan ini saya lagi suka banget sama quote itu. People are more than just the way they look.
Mengingatkan saya untuk tidak mudah menilai seseorang hanya dari penampilannya.
Ada orang yang ternyata menyimpan (bukan menyembunyikan) banyak hal di balik ketenangannya.
Ada orang yang ternyata menyimpan banyak kepedihan di balik keceriaannya.
Ada orang yang ternyata menyimpan banyak kebaikan di balik kecuekannya.
Ada orang yang ternyata menyimpan banyak kemampuan di balik kesederhanaannya.
Ada orang yang ternyata menyimpan cinta yang begitu besar hanya saja tidak tahu bagaimana mengungkapkannya.
Ada yang ternyata menyimpan ketulusan besar meskipun tidak ada yang memahaminya.
Everybody has a chapter they don't read out loud.
.
.
.
.
Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Juli 2017
People are ...
Label:
catatan perjalanan
,
friendzone
,
kawan
,
today wisdom
Rabu, 18 Mei 2016
Menemukan Indonesia [2]: Mengenal Potensi
.... [semacam] lanjutan dari Menemukan Indonesia [1]
Sembari berjalan-jalan sepanjang buku ini, kita juga diketuk untuk sama-sama mempelajari arti menjadi orang Indonesia: karakter, kekuatan, dan kekurangan, juga keunikan serta potensi kita. Ini sejalan dengan spirit yang tersirat dari judul buku ini dan juga judul stand up comedy "Mesakke Bangsaku".
Pandji membuat perbandingan antara Indonesia dengan kota-kota yang dikunjunginya pada titik-titik yang krusial. Poin inilah yang membuat catatan perjalanan ini menjadi berbeda.
![]() |
| detail buku di sini |
Sembari berjalan-jalan sepanjang buku ini, kita juga diketuk untuk sama-sama mempelajari arti menjadi orang Indonesia: karakter, kekuatan, dan kekurangan, juga keunikan serta potensi kita. Ini sejalan dengan spirit yang tersirat dari judul buku ini dan juga judul stand up comedy "Mesakke Bangsaku".
Pandji membuat perbandingan antara Indonesia dengan kota-kota yang dikunjunginya pada titik-titik yang krusial. Poin inilah yang membuat catatan perjalanan ini menjadi berbeda.
Menemukan Indonesia [1]: "Mesakke Bangsaku" World Tour
![]() |
| detail buku di sini |
Dua puluh kota. Delapan negara. Empat benua. Satu tahun.
Tur 20 Kota di Dunia
Buku ini dibuka dengan sebuah ikhtisar yang mengundang; mengundang para penyuka perjalanan untuk menyimak catatan Pandji dan tim ke dua puluh kota; delapan negara; empat benua, hanya dalam satu tahun. [FYI: 20 kota tersebut adalah Singapura, Sydney, Melbourne, Adelaide, Brisbane, Gold Coast, Hong Kong, Makau, London, Liverpool, Manchester, Amsterdam, Leiden, Berlin, Guangzhou, Beijing, Tokyo, Kyoto, Los Angeles, & San Fransisco.]
Menemukan Indonesia ini menjadi berbeda dengan kebanyakan buku catatan perjalanan karena di dalamnya merekam "tour" stand up comedy Pandji yang berjudul "Mesakke Bangsaku". Kita tidak hanya diajak untuk menikmati suasana kota, menemukan hal menarik, sesuatu yang khas, lokasi hotel, lokasi tempat belanja, sistem transportasi, cara pengurusan visa, hingga masalah toilet.
Minggu, 24 April 2016
Mengenal Itu Awal Mencintai
#todaywisdom
#manusia.yang.terbuat.dari.semangat
Minggu kemarin mendapat "hidangan sarapan" yang menarik sekaligus menantang: "mengenal itu awal mencintai". Mengapa menantang? Kita simpan dulu pertanyaan ini.
Mengenal seseorang bukan berarti sekadar mengenal nama. Mengenal seseorang secara mendalam berarti mengetahui harapan, ambisi, impian, kecemasan, hal-hal yang disukai, dan hal-hal yang dibencinya. Kita bisa tahu penampilannya secara fisik, karakter secara umum, gaya hidup, kondisi keluarganya, pasangannya, bakat, hobi, sahabatnya, bahkan mungkin hal-hal yang sedang menjadi pergumulan atau masalah yang sedang dihadapi.
Di lingkungan tempat saya bekerja, misalnya, tempat di mana "keluarga saya yang lain" berada. Tempat duduk saya tepat membelakangi pintu masuk ruangan departemen. Otomatis saya tidak melihat siapa saja yang masuk, kecuali saya pasang spion di dekat monitor komputer, atau cctv sekalian *hallah*.
Seiring waktu, saya nyaris hafal semua langkah kaki orang-orang di ruangan saya. Kalau saya sedang penat dengan pekerjaan atau mengantuk maksimal, saya sering kali membuat games untuk diri saya sendiri: menebak langkah kaki orang yang sedang memasuki ruangan. Dari yang langkahnya ringan, berat, sampai yang menyeret sandal atau sepatu.
#manusia.yang.terbuat.dari.semangat
Minggu kemarin mendapat "hidangan sarapan" yang menarik sekaligus menantang: "mengenal itu awal mencintai". Mengapa menantang? Kita simpan dulu pertanyaan ini.
Mengenal seseorang bukan berarti sekadar mengenal nama. Mengenal seseorang secara mendalam berarti mengetahui harapan, ambisi, impian, kecemasan, hal-hal yang disukai, dan hal-hal yang dibencinya. Kita bisa tahu penampilannya secara fisik, karakter secara umum, gaya hidup, kondisi keluarganya, pasangannya, bakat, hobi, sahabatnya, bahkan mungkin hal-hal yang sedang menjadi pergumulan atau masalah yang sedang dihadapi.
Di lingkungan tempat saya bekerja, misalnya, tempat di mana "keluarga saya yang lain" berada. Tempat duduk saya tepat membelakangi pintu masuk ruangan departemen. Otomatis saya tidak melihat siapa saja yang masuk, kecuali saya pasang spion di dekat monitor komputer, atau cctv sekalian *hallah*.
Seiring waktu, saya nyaris hafal semua langkah kaki orang-orang di ruangan saya. Kalau saya sedang penat dengan pekerjaan atau mengantuk maksimal, saya sering kali membuat games untuk diri saya sendiri: menebak langkah kaki orang yang sedang memasuki ruangan. Dari yang langkahnya ringan, berat, sampai yang menyeret sandal atau sepatu.
Selasa, 09 Desember 2014
90 Days Project — Ngantor Ngebis
#perjalanan
Pagi ini seru. Karena 'sesuatu dan lain hal', hari ini berangkat ke kantor naik bus, bus AKAP lagi (Antar Kota Antar Provinsi). Perjalanan yang tidak biasa, tetapi membawa kepada saya semangat yang berbeda karena berada di antara komuter-komuter (dari pelajar, mahasiswa, pekerja, sampai pedagang pasar).
Mereka adalah manusia-manusia pagi yang berpacu melawan pagi yang dingin, ngantuknya mata, dan lelahnya badan. Pagi-pagi mereka bangun dan naik kendaraan umum untuk bekerja atau sekolah dengan jarak yang tidak bisa dibilang dekat. Melakukannya setiap hari tentu membutuhkan komitmen dan motivasi yang tidak sepele. Demi keluarga, demi masa depan. Demi sesuatu yang lebih baik.
Berteman seniman jalanan yang bernyanyi dengan aksen Javanese English (alias lumayan medok hehe), saya gembira menjadi bagian dari mereka pagi ini.
Bersemangatlah selalu, saudaraku. ^_^
Pagi ini seru. Karena 'sesuatu dan lain hal', hari ini berangkat ke kantor naik bus, bus AKAP lagi (Antar Kota Antar Provinsi). Perjalanan yang tidak biasa, tetapi membawa kepada saya semangat yang berbeda karena berada di antara komuter-komuter (dari pelajar, mahasiswa, pekerja, sampai pedagang pasar).
Mereka adalah manusia-manusia pagi yang berpacu melawan pagi yang dingin, ngantuknya mata, dan lelahnya badan. Pagi-pagi mereka bangun dan naik kendaraan umum untuk bekerja atau sekolah dengan jarak yang tidak bisa dibilang dekat. Melakukannya setiap hari tentu membutuhkan komitmen dan motivasi yang tidak sepele. Demi keluarga, demi masa depan. Demi sesuatu yang lebih baik.
Berteman seniman jalanan yang bernyanyi dengan aksen Javanese English (alias lumayan medok hehe), saya gembira menjadi bagian dari mereka pagi ini.
Bersemangatlah selalu, saudaraku. ^_^
Label:
90 Days Project
,
a new little thing
,
akhir tahun
,
catatan perjalanan
,
perjalanan
Minggu, 16 November 2014
90 Days Project — Review Catatan Perjalanan
#buku
Sering browsing blog travelling,
suka baca cat-per (catatan perjalanan), punya blog buku (meskipun usianya belum
genap setahun dan baru bisa posting review buku sebulan sekali), tetapi belum
pernah bikin review buku travelling.
Sekarang saatnya.
[Bukan] kebetulan, seorang teman
“menghadiahi” buku cat-per terbaru Trinity, full
color pula. Yeay! Simak review-nya di sini ya. Bukunya keren lho.
![]() |
| Aiihh ... |
Label:
90 Days Project
,
a new little thing
,
akhir tahun
,
buku
,
catatan perjalanan
,
perjalanan
,
review
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

