Senin, 22 Desember 2014

90 Days Project — Mengelola Keinginan


#bewise

Obrolan dengan anak lanang pada suatu sore.
Gagas: “Mah, aku pengin jadi astronot.”
Saya: “Kenapa pengin jadi astronot?”
Gagas: “Soalnya aku mau ajak Mamah ke Nebula M78.”
Saya: “Nebula M78? Apa itu?
Gagas: “Itu tempat tinggalnya Ultraman, Mah.”

***

Sungguh menyenangkan mendengar seorang anak melontarkan keinginannya dengan polos dan penuh semangat. Seperti ketika mendengar keinginan anak saya itu. Melihatnya begitu mantap dengan keinginannya, saya sampai tidak tega untuk mengatakan bahwa Ultraman dan Nebula M78 itu tidak sungguh-sungguh ada. Itu cuma film, Nak.

Bagaimana dengan orang dewasa? Sebenarnya, orang dewasa pun bisa sepolos anak-anak ketika memiliki keinginan. Namun, karena kita sudah tahu menakar realitas dan logika, kita menjadi lebih berhati-hati melontarkan keinginan dan ketika mewujudkannya. Belum lagi kita perlu memasukkan faktor “kepentingan orang lain” ke dalamnya. 

Setiap individu memiliki keinginan-keinginan pribadi. Ada beberapa saringan yang bisa kita gunakan untuk menyaring dan mengelola keinginan kita sebelum mewujudkannya:

1. Apakah penting dan mendesak?
Seperti “hukum kebutuhan”, penting dan tidak penting itu sifatnya relatif dan subjektif. Penting bagi kita, belum tentu penting bagi orang lain. Tapi, saya tidak yakin ada orang yang rela keinginannya dibilang tidak penting. Hehe. Oleh karena itu perlu ada parameter yang lain, yaitu apakah itu mendesak? Jika tidak segera diwujudkan, apakah itu akan menjadi hal yang fatal? 

2. Apakah bermanfaat?
Manfaat adalah alat ukur untuk menghindarkan kita dari sikap “sekadar mengumbar keinginan”. Jika memang tidak ada manfaatnya, apakah itu bisa digantikan dengan hal lain yang kita tahu jelas-jelas bermanfaat?

3. Apakah tidak merugikan orang-orang di sekitar kita?
Orang-orang yang ada di dekat kita, keluarga misalnya, adalah pertimbangan penting dalam setiap keinginan pribadi kita. Untuk apa kita memaksakan keinginan pribadi kita jika itu menyakiti orang-orang di dekat kita, orang yang kita sayangi. 

http://www.entrepreneur.com/dbimages/article/h1/7-mistakes-avoid-choosing.jpg

Tidak ada komentar :

Posting Komentar